Sudah tiga tahun usia perkawinan pasutri Dono dan
Yuli tapi sampai saat ini belum juga lahir bayi yang
diidamkan. Ketika menjalani pemeriksaan secara
seksama oleh dokter ahli kebidanan dan penyakit
kandungan, ternyata pada rongga rahim Yuli ditemukan
luka kronis. Yuli mengaku, sejak menikah memang
sering menderita keputihan. Selama ini hanya diobati
dengan obat tradisional seperti rebusan daun sirih
serta jamu antikeputihan. “Sebentar sembuh tapi
kemudian kambuh kembali”, katanya. Apakah keputihan
ini saja gara-garanya, masih perlu diteliti lebih
lanjut.
“Keputihan yang kronis memang bisa merupakan salah
satu penyebab kemandulan”, kata dr. Asri dari Pusat
Pelayanan Keluarga Pro-Familia, Jakarta. “Sebab itu
perlu bagi setiap wanita menikah melakukan ‘kuras’
vagina”, saran dokter dari klinik yang didirikan
Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI) ini.
“Kuras” vagina artinya, pengontrolan dan pembersihan
vagina sampai ke mulut serta rongga rahim. “Ini
ibarat membersihkan bagian belakang rumah yang penuh
dengan sarang tikus”, tambahnya.
Menurut dr. Asri, lebih dari 70% wanita Indonesia
mengalami penyakit keputihan yang disebabkan oleh
jamur, parasit seperti cacing kremi atau kuman (trikomonas
vaginalis). “Kalau tidak diberantas, bisa merembet
sampai ke rongga rahim atau saluran telur yang bisa
mengakibatkan kemandulan seperti pada kasus Yuli
tadi atau bahkan kanker”, katanya. Kanker timbul
karena luka atau infeksi yang tidak tersembuhkan
secara tuntas itu mengalami iritasi yang kemudian
membentuk sel ganas. Pengeluaran lendir berlebihan
dari lubang vagina bisa berarti normal atau faali
sejauh terjadi hanya pada masa ovulasi (usia 20 – 40
an), menjelang masa haid, saat hamil yang
berhubungan dengan faktor hormonal, mengalami
stress, kelelahan, celana dalam terlalu ketat atau
sehabis melakukan hubungan seksual dengan pasangan.
Yang tidak normal apabila pengeluaran lendir
berlebihan ini disertai infeksi. Infeksi bisa lokal
di sekitar vagina saja, bisa juga di bagian dalam
Selain pengeluaran lendir berlebihan gejalanya
dibarengi rasa gatal, pedih, vagina kemerahan serta
pada umumnya lendir berubah warna. Kalau disebabkan
oleh jamur atau candiasis (infeksi akibat jamur
Candida albicans, misalnya), menurut dr. Asri,
biasanya warna lendir berubah keruh seperti kapur
dan terasa gatal sekali, sama halnya ketombe pada
kepala yang juga karena jamur. Perlu diketahui,
keputihan karena infeksi Candida albicans ini juga
bisa pada pria. Sebab itu bila seorang istri
menderita candidiasis, suami pun harus diperksa.
Timbulnya jamur bisa disebabkan oleh hal-hal yang
kurang higienis atau kelembaban. Misalnya, kurang
memperhatikan kebersihan celana dalam, tinggal atau
bekerja dalam ruangan yang lembab, atau karena
hubungan seksual dengan penderita lain.
Menurut seorang dokter dari perusahaan obat Bayer AG
Jerman, keputihan jamur bisa juga akibat minum dosis
tinggi obat antibiotik, obat hormon atau steroid
dalam jangka panjang. Di satu sisi penyakit yang
diobati dengan obat-obatan tersebut sembuh, di sisi
lain tumbuh jamur yang merajalela. Pada penderita
kanker yang sedang diobati dengan obat-obatan
sitosika (kemoterapi misalnya) yang menurunkan daya
kekebalan tubuh pun alat vitalnya atau kulit di
bagian lain mudah dutumbuhi jamur. Penderita
diabetes juga acap kali dihinggapi keputihan akibat
kurang normalnya metabolisme karbohidrat. Dalam
tubuh seseorang yang kekurangan zat besi atau seng
juga bisa terjadi candidiasis. Wanita yang gemar
menggunakan semprot wewangian pada sekitar vagina
ada kalanya mengalami alergi dan dapat menimbulkan
luka yang rawan jamur.
Pada wanita hamil karena kadar hormon estrogen dan
progesteronnya meningkat, maka epithelium vagina
(sel yang membentuk lapisan yang menutupi permukaan
vagina dan membentuk kelenjar) mudah ditumbuhi
jamur.
Keputihan memang tidak pandang bulu, wanita yang
belum mendapatkan haid sampai wanita menopause bisa
terkena. Wanita menopause walaupun produksi
hormonnya turun drastic dan tidak mengalami masa
ovulasi lagi, tetap mempunyai refleks mengeluarkan
lendir kalau terjadi perangsangan. Ini masih
diartikan normal. Namun patut dicurigai terjadi
infeksi atau keganasan bila keluarnya lendir pada
wanita menopause dibarengi pengeluaran darah dan
berbau.
Cacing Nyasar
Cacing kremi pun bisa ikut-ikutan menyumbang
terjadinya gangguan alat reproduksi wanita. Pada
malam hari cacing kremi yang mendekam di usus
penderita, pasti turun ke kawasan dubur untuk
bertelur. Setelah menyelesaikan tugasnya, ia akan
masuk kembali ke usus. Celakanya, sering nyasar,
bukan kembali masuk ke usus lewat dubur melainkan ke
liang vagina yang bertetangga dekat itu. Akibatnya,
korban akan mengalami keputihan karena cacing kremi.
Gejalanya, selain merasa gatal, juga adanya lendir
keruh dan kental berwarna sedikit kekuningan seperti
susu, terkadang berbusa.
Keputihan karena cacing kremi ini juga dapat
diderita oleh anak-anak perempuan (balita sampai
anak besar) akibat spora yang menempel pada makanan
atau barang lain yang terkontaminasi. Sebab itu
kalau ada anak perempuan mengeluh di daerah vagina
terasa gatal dan mengeluarkan lendir kekuningan,
segeralah periksakan ke dokter. Mungkin penyebabnya
cacing kremi.
Kalau disebabkan oleh kuman atau trikomonas pada
umumnya gejalanya selain gatal, lendir berwarna
kehijauan.
Selain ketiga penyebab tadi, ada pula keputihan
karena penyakit seksual seperti gonorrhea (GO) atau
sifilis yang ditularkan melalui hubungan seksual.
Kedua penyakit ini umumnya tidak menampakkannya ada
gejala gatal, tetapi warna lendir seperti seperti
susu dan berbau.
Pada penderita sifilis bahkan disertai luka-luka di
sekitar vagina.
Sedangkan kalau di sekitar vagina tumbuh sesuatu
mirip jengger ayam, kutil, atau kembang kol biasanya
itu disebabkan oleh virus tertentu. Gangguan
kelainan ini mudah menular pada pasangan hubungan
seksualnya.
Namun dari sekian macam keputihan, ada yang bukan
disebabkan oleh kuman, jamur, ataupun virus,
melainkan akibat alat kontrasepsi, kelainan letak
uterus atau servik yang perlu pembenahan. Atau juga
karena tumbuh tumor ganas atau jinak pada mulut
rahim atau alat reproduksinya.
Dari Wawancara Sampai Kuras Vagina
“Sebab itu wanita yang menderita keputihan hendaknya
tidak menunda pengobatannya”, saran dr. Asri pula.
Supaya tidak repot, penderita bisa mendatangi klinik
macam Pusat Pelayanan Keluarga tadi yang memberi
pelayanan pasien mulai dari wawancara, pemeriksaan
fisik, pemeriksaan laboratorium serta membersihkan
vagina sampai ke rongga rahim hingga pengobatannya
sampai tuntas.
Pelayanan yang seperti one stop treatment
dengan biaya terjangkau ini hanya berlangsung 30
menit. Menurut dr. Asri, sebenarnya dengan wawancara
saja sudah dapat diduga jenis penyebab keputihannya.
Tapi akan lebih tepat kalau dilakukan pemeriksaan
laboratorium (setelah diambil usapan lendirnya) yang
memakan waktu beberapa puluh menit saja. Sementara
menunggu hasilnya, pasien dipersilahkan menjalani
“kuras” vagina. Caranya, dengan bantuan alat
speculum, ujung vagina sampai dengan rongga rahim
diteropong jelas. Kemudian dengan alat penjepit kain
kasa (gaas) yang terlebih dulu direndam dalam
larutan antiseptik, tindakan “kuras” dilakukan.
“Mirip membersihkan botol dengan sikat botol saja”,
kata dr. Asri.
Pasien tidak perlu takut karena tindakan ini
sederhana dan tidak menyiksa. Setelah hasil
pemeriksaan laboratorium diketahui, dokter akan
memberikan obat yang tepat. Obat bisa berupa obat
minum atau tablet yang dimasukkan ke lubang vagina.
Setelah 3 bulan, pasien diharapkan kembali untuk cek
ulang. Para ibu yang menghadapi masalah dengan
pasangan sehubungan dengan kasus ini bisa sekaligus
berkonsultasi.
Wanita penderita keputihan, menurut dr. Asri, acap
kali kambuh penyakitnya karena kurang diobati
tuntas. “Mengobati daerah sekitar vagina saja belum
cukup, sebaiknya sampai ke bagian dalam”, tambahnya.
Produk-produk yang memperkenalkan diri sebagai obat
semprot pembersih vagina, katanya, belum menjamin
kesembuhan. Begitu juga vagina atau krim vagina yang
diberikan oleh dokter secara kurang tepat.
Utamakan Kebersihan
Asri menganjurkan agar setiap wanita menjaga
kebersihan sekitar alat kemaluan dan vagina.
Kalau sedang haid hendaknya sesering mungkin
mengganti kain pembalut karena darah yang keluar
bisa menjadi media tumbuhnya kuman. Celana dalam
jangan dibiarkan basah atau lembab karena memberikan
peluang bagi tumbuhnya jamur.
Membersihkan diri sehabis buang air kecil menurut
dr. Asri, sebenarnya paling baik dengan air yang
terjamin kebersihannya. Air untuk membersihkan
paling baik langsung ditadah dari kran semprot. Air
yang terkumpul di ember atau bak mandi bisa saja
terkontaminasi air kencing orang lain, spora, jamur,
atau kuman. Dengan kertas tissue, menurut Asri,
lendir dan air memang terserap, tapi hendaknya
diingat bahwa tidak semua tissue menjamin
kualitasnya. Tissue yang terbuat dari serbuk kayu
ada yang tercemar jamur kalau proses pembuatannya
kurang baik.
Kebersihan memang pangkal kesehatan. Namun kuman
ataupun jamur di mana pun sulit dihindari. “Yang
penting, segeralah ke dokter begitu dirasakan timbul
kelainan pada diri kita. Jangan menunggu sampai
keadaan lebih parah”, saran dr. Asri pula.
Di negara maju seperti Amerika menurut sebuah
seminar internasional di Stresa, Italia, yang banyak
membahas soal pengobatan keputihan jamur, banyak
wanita sudah menyadari timbulnya gejala keputihan.
Mereka tidak langsung mendatangi dokter tapi
memeriksakan langsung usapan lendir yang dilakukan
sendiri di rumah ke laboratorium. Begitu keluar
hasil labnya yang menyatakan penyebabnya jamur,
mereka bisa langsung ke apotik untuk mendapatkan
obat yang tepat. Dengan demikian pengobatannya
praktis dan keputihan jamur akan lebih cepat
terobati. Kalau penyebabnya bukan jamur, barulah
mereka mendatangi dokter.
Memang tidak mudah menggugah kesadaran untuk secara
rutin memeriksakan lendir vagina atau kesehatan alat
reproduksi. “Rasa malu dan segan acap kali
mengalahkan niat untuk mengobati penyakitnya.
Bagi wanita yang mengalami masalah keputihan akibat
jamur / candidiasis dan merasa malu atau risih untuk
dilakukan kuras vagina oleh dokter, dapat minum
Tahitian Noni Juice secara teratur
dan membersihkan
lendir vagina dengan Tahitian Noni yang telah
dicampur dengan air secukupnya.
Efektifitas Tahitian Noni Juice mengatasi ganguan
jamur khususnya candidiasis telah mendapat US Patent
March 2006, No. 7.014.873.
Muammar |